Minggu, 08 Juni 2014

Mengawali Karier Sebagai Abdi Negara. ALHAMDULILLAH


Alhamdulillah, itu adalah ungkapan syukur yang tiada terkira yang dihaturkan kehadirat Allah SWT. Atas segala karunia dan RahmatNya yang sudah diberikan kepada diri seseorang. Khususnya ketika diterima sebagai abdi negara. PNS ya itu namanya, Pegawai Negeri Sipil itu kepanjangannya....Mulai dari pendaftaran yang begitu ribet, buanyak syarat yang harus dikumpulkan dan ada deadline atau batas waktu pengumpulan, disertai dengan antri besar dengan berdesak desakkan sesama pendaftar. keringat bercucuran, bau badan yang khas semakin kuat bercampur dengan peserta dari kanan-kiri, depan belakang. mulai dari rumah Pak RT, RW, Lurah, Kecamatan, Polsek, Polres, Kantor Pos jadi langganan kantor yang diapeli tiap hari. 

Setelah semua selesai, menunggu seleksi administrasi dan beritanya dikirim ke rumah langsung. Alhamdulillah dapat kiriman, yang tidak tahu maksudnya, dikira sudah diterima CPNS... tapi tidak sedikit yang menghela nafas panjang karena belum rejeki, sehingga gara-gara susunan berkas tidak sesuai aturan, atau ada syarat yang kurang maka surat yang ditunggu tunggu tidak akan pernah datang sampai benar-benar pengumuman ujian tes tidak mencamtumkan namanya.

Ujian atau tes yang ditunggu tunggu telah tiba, seperti tahanan kota berjejer jejer memasuki loket-loket penyerahan berkas yang kedua. Hanya pensil dan bolpoin yang boleh dibawa yang lainnya TITIPKAN !!! teriak salah satu panitia.

1 orang dapat 1 komputer, Alhamdulillah, maksudnya ketika mengerjakan, bukannya dibawa pulang...cerita menarik didalampun tidak ketinggalan, ada beberapa peserta yang bingung dengan program baru yang disebut sistem CAT. Ini yang diklik yang mana ? habis ini ketik apa ? dikirim kemana ?

bersabar dengan banyak pertanyaan, akhirnya kujawab "maaf mbak ya, dikerjakan semampunya saja, semoga mbak bisa lulus", soal demi soal mulai dibaca, sampai dengan 20 nomor tidak menemukan jawaban sama sekali, akhirnya malah termenung dan melamun, bisa tidak ya lulus dan menjadi abdi negara"?

alhamdulillah akhirnya terselesaikan juga dan nilai 325 menjadi bukti sah hasil pencapaian, aneka ekspresi keluar dari masing-masing peserta, ada yang santai, ada yang sedih, dan ada yang puas dengan raut muka bahagia. 

hari demi hari dilalui, minggu demi minggu, bulan demi bulan, tidak ada kegelisahan sedikitpun yang terngingang dalam diri, diterima ya Alhamdulliah, kalau tidak ya Alhamdulillah, selalu bersyukur menjadi patri diri karena di tempat lama sudah bersyukur dengan rejeki yang Allah berikan.

tapi berita bahagia itu akhirnya datang juga dari seorang sahabat kuliah M. Romli Isa. Dia yang banyak membantu mulai dari pendaftaran dengan belikan formulir, matreai, dll. Banyak petunjuk yang diberikan sehingga bisa mendaftar, meskipun sedikit memaksa untuk ikut tes. akhirnya berlari cari koran dan melihat pemgumuman resmi dan ternyata Alhamdulillah ada nama saya dengan no urut 9 formasi guru agama Islam.

seisi rumah suasana pecah karena tangisan ibu, bapak, dan istri yang langsung memeluk bahagia, "beneran bi ? Alhamdulillah, dan langsung cari hp, telpon sebanyak mungkin orang-orang dekat, saudara, guru, teman, dll. Alhamdulillah...

Sekian dulu tulisan ini dibuat sebagai pengingat kenangan yang dilakukan sebelum LPJ

Salam Cepat tak Terbatas !!!


Tidak ada komentar:

Posting Komentar